tugas softskill perilaku konsumen

TUGAS PERILAKU KONSUMEN
Studi kasus :
masalah susu formula bayi yang tercemar bakteri

ZERRY OLANDER
3EA13
15209193

UNIVERSITAS GUNADARMA
2011

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Indonesia sebagai sebuah negara yang memiliki jumlah poulasi penduduk lebih dari dua ratusan juta jiwa ini, dan berada pada urutan ke empat di dunia sebagai negara terbanyak dalam hal jumlah penduduk, jelas sekali akan terlihat bahwa Indonesia secara otomatis menempatkan posisinya sebagai sebuah pasar yang sangat bagi berbagai macam produk-produk hasil industri, disini terlihat di mana ada berbagai jenis-jenis barang dan barang dan jasa akan laku sangatb besar.
Salah satu diantaranya produk yang paling laku di pasaran adalah susu formula ,hal ini karena susu formula adalah produk yang banyak dikonsumsi, angka konsumsi susu formula pada balita pun meningkat dikarenakan meningkatnya pula ibu yang bekerja sehingga tidak bisa selalu memberikan asi bagi buah hatinya tersebut.
Namun masalahnya adalah baru-baru ini beredar kabar yang menyatakan bahwa ada beberapa merek susu formula yang kedapatan mengandung bakteri Sakazaki yang sangat berbahaya bagi perkembangan anak. Lalu bagaimana para ibu menanggapi masalah tersebut ditengan kebutuhan para ibu yang sangaat membutuhkan produk merek susu formula yang berkualitas.
1
2
1. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang ditemui dalam terdapat dalam penulisan penelitian ini adalah :
1. Bagaimana produsen dalam menanggapi pemberitaan mengenai susu formula yang berbakteri.
2. Bagaimana konsumen dalam menanggapi pemberitaan mengenai susu formula yang berbakteri.
3. Bagaimana cara konsumen dalam melakukan analisis pembelian terhadap produk susu formula yang terduga mengandung virus.
4. Apa yang dilakukan calon konsumen sebelum melakukan pembelian produk susu agar terhindar dari pembelian produk susu yang positif mengandung bakteri.
5. Bagaimana konsumen akan melakukan pembelian ulang terhadap produk susu kepercayaan.
6. Apa yang terjadi pada pasar susu formula di Indonesia setelah tersiarkabar mengenai susu berbakteri.

2. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian yang hendak dipecahkan dan terdapat dalam penulisan penelitian ini adalah :

3
1. Untuk mengetahui bagaimana produsen dalam menanggapi pemberitaan mengenai susu formula yang berbakteri.
2. Untuk mengetahui bagaimana konsumen dalam menanggapi pemberitaan mengenai susu formula yang berbakteri.
3. Untuk mengetahui bagaimana cara konsumen dalam melakukan analisis pembelian terhadap produk susu formula yang terduga mengandung virus.
4. Untuk mengetahui apa yang dilakukan calon konsumen sebelum melakukan pembelian produk susu agar terhindar dari pembelian produk susu yang positif mengandung bakteri.
5. Untuk mengetahui bagaimana konsumen akan melakukan pembelian ulang terhadap produk susu kepercayaan.
6. Untuk mengetahui apa yang terjadi pada pasar susu formula di Indonesia setelah tersiarkabar mengenai susu berbakteri.

Metode penelitian
Penelitian yang dilakukan dalam tulisan ini menggunakan metoda survey yang
mengkombinasikan data kulitatif dan data kuantitatif dalam analisisnya. Hal ini digunakan untuk memperoleh gambaran kualitatif maupun kuantitatif atas tanggapan yang diberikan oleh responden terhadap merek susu formula yang digunakannya. Meskipun penelitian ini relatif kecil baik jumlah sample maupun ruang ligkup
4
populasinya, akan tetapi hasilnya diharapkan dapat memberi gambaran awal tentang pangsa pasar susu formula dalam populasi yang lebih luas lagi. Dengan begitu maka kita dapat melihat dampak yang di derita oleh produsen susu formula yang terbukti mengandung bakteri sakazaki.

BAB II
PEMBAHASAN
Pembelian
Pengertian pembelian adalah suatu proses dimana terdapat dua orang atau lebih yang saling mencapai kesepakatan untuk dapat melakukan tukar menukar suatu barang dengan sejumlah uang yang nilainya telah disepakati bersama.

1. Proses keputusan membeli
Suatu proses pembelian selalu berawal dari proses pengenalan terhadap suatu kebutuhan yang diinginkannya (need recognition)-pembelian, lalu mengenali suatu permasalahan atau kebutuhan.
Seorang pembeli akan merasakan adanya perbedaan antara keadaan aktual dan sejumlah keadaan yang diinginkan. Kebutuhan itu dapat dipicu oleh stimulus internal ketika salah satu kebutuhan umum/normal harus dipenuhi, maka hal itu akan menjadi pemicu unuk dapat mengusahakan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut.

Menurut (Kotler, 2000:204) tahap-tahap yang dilewati pembeli untuk mencapai keputusan membeli melewati lima tahap, yaitu:
a. Pengenalan Masalah
5
6
b. Pencarian Informasi
c. Evaluasi alternatif
d. Keputusan Membeli
e. Tingkah laku pasca pembelian.
Contoh kasus : untuk memberikan susu formula yang terbaik bagi anaknya, seorang ibu akan memilih dalam membeli susu formula, ibu tersebut akan memilih melalui faktor harga dan kualitas. Dimana hasil pilihan akan menghasilkan pembelian terhadap produk susu formula tersebut.

2. Memilih alternatif terbaik
Dalam melakukan pemilihan alternatif akan suatu produk , maka kita secara tidak langsung telah melakukan sebuah proses evaluasi, dimana pada tahap ini pemilihan alternatif terbaik akan diperoleh jika proses evaluasi terhadap pembelian suatu barang telah dilakukan. Ada beberapa hal yang dibahas yaitu apa yang menjadi bahan alternatif, bagaimana proses alternatif, kapan pemilihan alternatif diadakan, mengapa perlu diadakan evaluasi, dimana proses evaluasi diadakan, dan pihak yang mengadakan alternatif.
Hal yang perlu dilakukan dalam pemilihan alternatif tersebut adalah narasumber yang ada, efektifitas penyebaran informasi akan suatu barang atau produk, pemilihan media yang tepat dan pengambilan keputusan dalam mengadakan seleksi alternatif. seleksi alternatif tersebut sangat perlu diadakan
7
dengan tujuan untuk menghindari kesalahan dalam pembelian produk dimasa selanjutnya.
Contoh kasus : saat beredar kabar tentang susu formula yang mengandung bakteri sakazaki, para ibu akan cemas mengenai merek susu apa yang benar-benar tercemar oleh bakteri tersebut, sehinggga para konsumen (dalam hal ini para ibu) akan mendesak pihak-pihak yang terkait untuk menjelaskan mengenai informasi akan masalah susu formula berbakteri tersebut. Sehingga di dapat kejelasan, dan para konsumen secara otomatis akan memilih alternatif yang lebih aman.

3. Memilih sumber-sumber pembelian
Dalam memilih sumber daya yangn dimiliki oleh konsumen dalam usaha untuk dapat melakukan pembelian, konsumen akan dituntut untuk selektif dalam pemilihan sumber daya yang akan digunakan untik pembelian. Dimna semakin besar sumber yang konsumen keluarkan untuk membeli produk maka akan semakin besar biaya/ cost yang dikeluarkan dalam upaya pendapatan produk yang diinginkan.
Ada beberapa sumberdaya yang dimiliki konsumen dalam upaya melakukan pembelian :
8
1. Sumberdaya ekonomi
Yang dimaksud dengan sumber daya ekonomi adalah segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi).
Contoh :
a) Uang
Digunakan untuk kegiatan sehari hari serta dapat digunaan sebagai modal dalam usaha.
b) Barang tambang
Digunakann sebagai pemenuhan kebutuhan energi seperti batu bara yang digunakan untuk transportasi (kereta api)
c) Minyak bumi
Digunakan sebagai bahan bakar utama yang banyak digunaan oleh kendaraan bermotor sebagai sarana transportasi.
d) Air
Digunakan sebagai air minum, maupun untuk pengairan/ irigasi ke persawahan.
e) Udara
Digunakan untuk bernafas oleh semua makluk hidup didunia
9
f) Tanah
Tanah digunakan sebagai lahan untuk kegiatan berusaha , bertani, berkebun maupun kegiatan ekonomi lainnya.

2. Sumberdaya sementara
Dalam mengartikan pengertian sumberdaya sementara, maka waktu dijadiakan sebagai variable utama yang posisinya sangat penting dalam memahami perilaku konsumen. Karena konsumen mayoritas semakin mengalami kemiskinan akan waktu karena setiap manusia akan membuang waktu yang dimilikinya dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.
Untuk itu variabel waktu sangat menentukan diman setiap manusia memiliki waktu yang terbatas untuk menikmati suatu hal, hal inilah yang mendorong manusia untuk memanfaatkan waktu yang diprioritaskan untuk kepentingan yang paling utama.
Contoh kasus : karena para ibu sibuk bekerja sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk dapat memberikan air susu ibu (ASI) kepada anaknya ,maka para ibu memutuskan untuk meggunkan produk susu formula sebagai pengganti ASI. Dalam hal ini keterbatasan waktu menjadi hal yang paling utama mengapa para ibu memberikan susu formula sebagai pengganti Asi.
BAB 3
Kesimpulan
Dari penelitian yang saya lakukan terhadap respon para konsumen susu formula (dalam hal ini parea ibu) yang terduga terjangkit bakteri yang membahayakan, didapat kesimpulan bahwa para ibu akan melakukan evaluasi untuk dapat menentukan alterntif lain yang terbaik sebagai pilihan pembelian, ada beberapa faktor yang menentukan bagaimana para ibu dapat menentukan alternatif diantara banyak pilihan, diantaranya adalah faktor Haraga dan kualitas produk susu formula itu sendiri.
Kabar yang mengatakan bahwa terdapat bakteri yang membahayakan pada beberapa merek susu formula, akan membuat konsumen menjadi lebih selektif dalam melakukan pembelian pada produk tersebut, hal ini tentu akan membutuhkan informasi yang cukup agar konsumen dapat mampu membuat beberapa alternatif dan memilih satu yang terbaik diantara alternatif itu, kemudian diikuti oleh tindakan pembelian produk tersebut.
Terlihat berbagai perilakum konsumen dalam menaggapi masalh susu formula berbakteri, terutama para ibu yang telah lama menggunakan produk susu merek tertentu. Hal ini mengakibatkan konsumen yang awalnya sebagai konsumen potensial kemudian kini berubah menjadi konsumen yang cenderung memilih/selektif dalam melakukan pembelians susu formula karena dikhawatirkan positif mengandung bakteri berbahaya tersebut.
10
11
Kritik :
Pemerintah terlihat kurang serius dalam menanggapi masalah susu formula yang diisukan menganduk bakteri yang sangat membahayakan bagi bayi yang meminumnya.
Pemerintah juga terkesan menutupi merek dari susu formula yang terbukti kedapatan memeiliki kandungan bakteri Sakazaki pada produk susu yang diproduksinya tersebut.
Konsumen juga seharusnya bisa menyikapi hal ini sebagai suatu langkah maju yang sangat positif karna terungkapnya masalah susu formula yang berbakteri ini muncul ke publik secara luas, secara langsung hal ini akan memacu produsen untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas produk susu ciptaannya adalah yang terbaik .

Saran :
Seharusnya pemerintah dapat mengantisipasi kejadian susu vormula berbakteri ini agar tidak sampai terjadi mengingat Indonesia memeilki suatu lembaga yang bertugas untuk mengawasi obat dan makanan yang beredar dipasaran agar selalu terkontrol baik kualitas maupun kuantitasnya.
Pemerintah juga seharusnya mengambil tindakan tegas dengan cara memberikan sangsi yang berat terhadap perusahaan yang terbukti produk susu formula yang diproduksinya mengandung bakteri yang berbahaya agar
12
konsumen tidk terbawa oleh perasaan bimbang dimana konnsumen tidak memmpercayai segala produ susu yang beredar di pasaran.

Daftar pustaka

http://sobatbaru.blogspot.com/2010/05/definisi-pembelian.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Evaluasi

http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_evaluasi

http://gustimirah.blogspot.com/2010/01/jenis-jenis-tigkah-laku-keputusan.html

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s